1.
Pendahuluan
1.1.
Latar
Belakang
Dalam proses belajar
mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran berikut media
yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan
pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang
erat antara guru, siswa, kurikulum,
sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk memilih model dan media
pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya
tujuan pendidikan.
Selama ini media
pembelajaran yang dipakai adalah alat peraga yang terbuat dari
tripleks-tripleks. Tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi, media
pembelajaran tersebut kurang menarik perhatian dan minat siswa. Untuk itu
diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat lebih menarik perhatian dan
minat siswa tanpa mengurangi fungsi media pembelajaran secara umum.
Seiring
dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula
jenis-jenis media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat digunakan baik di
sekolah maupun di rumah.
1.2. Permasalahan
Dari latar belakang
diatas, penulis mengangkat beberapa permasalahan yang sekiranya memelukan
pembahasan yang lebih mendalam sebagai berikut :
1)
Apakah yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2)
Bagaimana fungsi media dalam pembelajaran di
dalam kelas maupun di luar kelas ?
3)
Apa manfaat penggunaan media dalam pembelajaran ?
4)
Apa saja jenis-jenis media pembelajaran?
5)
Bagaimana peranan media dalam pembelajaran?
6)
Apa yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
media pembelajaran?
2.
Pembahasan
2.1.
Pengertian
Media
berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara
harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar
sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang
media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana
fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video
dan sebagainya. Sedangkan, National
Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran
adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk
teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat
merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown
(1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada
mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk
mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke
–20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio,
sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini
penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan
interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
2.2.
Fungsi Media
Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi
sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Fungsi
media dalam proses pembelajaran ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.
Fungsi
media dalam proses pembelajaran
Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan
lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan
hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan
kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah
sebagai berikut.
Pertama, kemapuan fiksatif, artinya dapat
menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan
kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam,
difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan
dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media
dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan
(manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya,
warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
Ketiga, kemampuan distributif, artinya media
mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara
serempak, misalnya siaran TV atau Radio. Hambatan-hambatan komunikasi dalam
proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
Pertama, verbalisme, artrinya siswa dapat menyebutkan
kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru
mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya
menirukan apa yang dikatakan guru.
Kedua, salah tafsir, artinya dengan istilah atau
kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya
guru hanya menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran
yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya.
Ketiga, perhatian tidak berpusat, hal ini dapat
terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang
lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru
membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya
pengawasan dan bimbingan guru.
Keempat, tidak
terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan
psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak
terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya
konsep. Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan
kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari
hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran.
Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran
adalah sebagai berikut.
1) Menyaksikan
benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan
gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat
memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
2) Mengamati
benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya,
atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan
kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
3) Memperoleh
gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung
karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau
terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh
gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan
slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
4) Mendengar
suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman
suara denyut jantung dan sebagainya.
5) Mengamati
dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar
ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat
mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
6) Mengamati
peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan
slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran,
dan sebagainya.
7) Mengamati
dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan
model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang
organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.
8) Dengan
mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat
dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan
sebagainya.
9) Dapat
melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video,
proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya
dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung
beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.
10) Dapat
melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan bantuan
film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi, teknik
loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.
11) Mengamati
gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau
video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan
sebagainya.
12) Melihat
bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan, model,
siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
13) Melihat
ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa melihat
proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamati secara
ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau
video (memantapkan hasil pengamatan).
14) Dapat
menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak.
Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti
kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
15) Dapat
belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan
modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan,
kesempatan, dan kecepatan masing-masing. Santiasa (2007)
Dari
uraian diatas, fungsi media pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu
pertama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah
sebagai media sumber belajar. Kedua fungsi utama tersebut dapat ditelaah dalam
ulasan di bawah ini.
a.
Media pembelajaran sebagai alat bantu
dalam pembelajaran
Tentunya
kita tahu bahwa setiap materi ajar memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi.
Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain
pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa media
pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud antara lain berupa globe,
grafik, gambar, dan sebagainya. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang
tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar
menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin
terasa apabila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/kompleks. Sebagai alat
bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan
pembelajaran. Hal ini dilandasi keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan
bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu
yang cukup lama. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan
menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan
media.
b.
Media pembelajaran sebagai sumber belajar.
Sumber
belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan
pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat
dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media
massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Media pendidikan, sebagai salah
satu sumber belajar, ikut membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman
materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa
Menurut Akhmad
Sudrajat (2008) fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut :
1)
Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para
peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari
faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan
buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi
perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung
yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud
bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang
dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2)
Media
pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin
dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu
obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu
kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu
cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus;
(f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang
tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3)
Media
pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan
lingkungannya.
4)
Media
menghasilkan keseragaman pengamatan
5)
Media
dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6)
Media
membangkitkan keinginan dan minat baru.
7)
Media
membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8)
Media
memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan
abstrak
2.3.
Manfaat
Penggunaan Media Pembelajaran
Media
pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah
suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang
gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan –
pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan
media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa,
terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek. Setiap materi pembelajaran
mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan
pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada
bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang
mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi
oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan.
Secara
umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah :
1)
Memperjelas penyajian pesan agar tidak
terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
2)
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan
daya indera
3)
Dengan menggunakan media pembelajaran
yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
4)
Dapat menimbulkan persepsi yang sama
terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut
Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
1)
Membuat konkrit konsep yang abstrak,
misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
2)
Membawa obyek yang berbahaya atau sukar
didapat di dalam lingkungan belajar.
3)
Manampilkan obyek yang terlalu besar,
misalnya pasar, candi.
4)
Menampilkan obyek yang tidak dapat
diamati dengan mata telanjang.
5)
Memperlihatkan gerakan yang terlalu
cepat.
6)
Memungkinkan siswa dapat berinteraksi
langsung dengan lingkungannya.
7)
Membangkitkan motivasi belajar
8)
Memberi kesan perhatian individu untuk
seluruh anggota kelompok belajar.
9)
Menyajikan informasi belajar secara
konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
10)
Menyajikan informasi belajar secara
serempak (mengatasi waktu dan ruang)
11)
Mengontrol arah maupun kecepatan belajar
siswa.
2.4.
Jenis-jenis
media pembelajaran
Jenis-jenis
media yang dikenal dewasa ini dipaparkan sebagai berikut; a). media audiktif, b).
media visual, c). media audio visual.
1) Media
audiktif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Yang
termasuk jenis media ini antara lain meliputi tape recorder dan radio.
2) Media
visual adalah media yang hanya mengandalkan indra pengelihatan. Yang temasuk
jenis ini antara lain meliputi gambar, foto, serta benda nyata yang tidak
bersuara.
3) Media
audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Beberapa
contoh media audiovisual meliputi televisi, video, film, atau demonstrasi
langsung. Media audiovisual dapat Anda bedakan lagi menjadi ; (a) audio visual
diam (b) audio visual gerak. Audiovisual diam adalah media yang menampilkan
suara dan gambar diam (tidak bergerak). Misalnya, film bingkai suara sound
sistem, film rangkai suara, dan cetak suara. Audio visual gerak adalah media
yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Misalnya, film
suara dan video-cassette.
Dari
segi pemakaiannya media pembelajaran dibedakan menjadi :
1)
Media nonproyeksi.Media nonproyeksi
disebut juga media pameran atau displayed media. Media yang termasuk media
nonproyeksi adalah: (a) model, (b) grafis. Kedua media nonproyeksi tersebut
dipaparkan sebagai berikut.
Model
adalah benda nyata yang dimodifikasikan. Penggunaan model sebagai media dalam
pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala pengadaan realita karena harga
yang mahal, sulit pengadaannya, barangnya terlalu besar, bahkan mungkin terlalu
kecil. Menurut Heinich et.al (1996) model adalah gambaran tiga dimensi dari
sebuah benda nyata. Model dapat berukuran lebih besar, lebih kecil atau
berukuran sama persis dengan benda aslinya, dan dapat menampilkan bentuk yang
lengkap dan rinci dari benda aslinya.
Bahan grafis
adalah media visual nonproyeksi yang mudah digunakan karena tidak membutuhkan
peralatan dan relative murah. Menurut Brown et.al (1985) ada lima jenis media
grafis yang memiliki keunggulan yang cukup tinggi dalam proses pembelajaran
yaitu: graft, chart atau diagram, kartun, poster, peta atau globe.
Masing-masing media grafis memiliki keunggulan dan keunikan sendiri-sendiri. Diagram
visualisasi dalam bentuk grafis yang masih tergolong dalam gambar yang
sederhana adalah diagram. Penggunaan diagram pada umumnya ditujukan untuk
menggambarkkan suatu hubungan atau menjelaskan suatu proses. Diagram dapat
memberikan gambaran tentang suatu proses, misalnya mengenai keaktifan siswa
dalam pembelajaran proses, seperti tergambar dalam media di bawah ini
2)
Media yang Diproyeksikan
Media
yang termasuk sebagai media yang diproyeksikan adalah (a) overhead transparansi
(OHT), (b). slide, filmstrips,(c). opaque. Perkembangan teknologi yang ada saat
ini memungkinkan komputer dan video juga diproyeksikan dengan menggunakan
peralatan khusus, yaitu LCD.
OHT
merupakan media yang paling banyak digunakan karena relative mudah dalam
penyediaan materinya, karena hanya dibutuhkan bahan transparansi dan alat
tulis. Namun untuk hasil yang bagus sebaiknya alat tulis yang digunakan khusus
untuk overhead transparansi.Beberapa cara mempersiapkan OHT dapat Anda pelajari
pada bagian berikut. a) Handmade transparancies, yaitu transparansi dengan
buatan tangan. b) Thermal fil process, salah satu cara untuk membuat
transparansi dengan cara menggunakan acetate film yang diletakkan di atas
master materi yang akan disajikan, kemudian dimasukkan alat khusus yang
dinamakan thermal copier. c) Electrostatic film process, merupakan cara membuat
transparansi dengan jalan menggunakan teknologi xerography. Persiapan untuk
menggunakan jenis transparansi ini cukup sederhana. Bahan yang ingin
dipresentasikan dapat berasal dari kertas biasa baik sebagai tulisan tangan,
hasil print computer maupun buku teks.
Slide
adalah media visual yang penggunaannya diproyeksikan ke layar lebar, dengan
menggunakan slide gambar yang disampaikan sangat realistis. Hal itu disebabkan
materi atau bahan slide adalah film fotografi yang berbentuk transparan.
3)
Media Audio
Media
audio merupakan media yang fleksibel karena bentuknya yang mudah dibawa,
praktis, dan relatif murah (misalnya tape compo, pengeras suara).
Menurut Rowntree (1994) penggunaan media audio dibedakan menjadi tiga, yaitu:1. media audio yang dipakai untuk mendengarkan, 2. media audio vision yang dipakai untuk mendengarkan dan melihat, 3. media audio visual yang dapat dipakai untuk mendengar, melihat dan melakukan
Menurut Rowntree (1994) penggunaan media audio dibedakan menjadi tiga, yaitu:1. media audio yang dipakai untuk mendengarkan, 2. media audio vision yang dipakai untuk mendengarkan dan melihat, 3. media audio visual yang dapat dipakai untuk mendengar, melihat dan melakukan
4) Media
Video
Media
video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai bidang studi.
Hal itu disebabkan oleh kemampuan video untuk memanipulasi kondisi waktu dan
ruang sehingga peserta didik atau siswa dapat diajak untuk melihat objek yang
sangat kecil maupun objek yang sangat besar, objek yang berbahaya, objek
lokasinya jauh di belahan bumi lain, maupun objek yang ada di luar angkasa.
5) Media
Berbasis Komputer
Media
komputer saat ini sudah sangat luas dimanfaatkan oleh dunia pendidikan. Menurut
Hannafin dan Peek (1998), potensi media komputer yang dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sangat tinggi. Hal ini antara lain
dikarenakan terjadi interaksi langsung antara siswa dengan materi pembelajaran.
Selain itu, proses pembelajaran dapat berlangsung secara individual dan
disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa sehingga potensi siswa dapat
lebih tergali. Media komputer juga mampu menampilkan unsur audio-visual yang
bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar siswa, atau yang dikenal dengan
program multi media. Media komputer pun dapat memberi umpan balik bagi respon
siswa dengan segera setelah diberi materi.
2.5.
Peranan
media dalam pembelajaran
Tentunya
kita tahu bahwa peran media sangat strategis dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Kemp dkk (1985) menjabarkan peran media di dalam kegiatan
pembelajaran sebagai berikut.
1) Penyajian
materi ajar menjadi lebih standar.
2) Penyusunan
media yang terencana dan terstruktur dengan baik membantu pengajar untuk menyampaikan materi dengan kualitas dan
kuatitas yang sama dari satu kelas ke kelas yang lain.
3) Kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik.
4) Kegiatan
belajar dapat menjadi lebih interaktif
5) Materi
pembelajaran dapat dirancang, baik dari sisi pengorganisasian materi maupun
cara penyajiannya yang melibatkan siswa, sehingga siswa menjadi lebih aktif di
dalam kelas.
6) Media
dapat mempersingkat penyajian materi pembelajaran yang kompleks, misalnya
dengan bantuan video. Dengan demikian, informasi dapat disampaikan secara
menyeluruh dan sistematis kepada siswa.
7) Kualitas
belajar siswa dapat ditingkatkan
8) Penyajian
pembelajaran dengan menggunakan media yang mengintegrasikan visualisasi dengan
teks atau suara akan mampu mengkomunikasikan materi pembelajaran secara
terorganisasi. Dengan menggunakan media yang lebih bervariasi, maka siswa akan
mampu belajar dengan lebih optimal.
9) Dengan
media yang makin lama makin canggih maka kegiatan pembelajaran tidak hanya
dilakukan di dalam kelas saja tetapi bisa di mana saja. Misalnya, dengan
teleconference pengajar dari luar kota bisa memberikan materinya, atau dengan
CD peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran melalui media secara
mandiri sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini seperti halnya Anda yang jarak
jauh bisa menggunakannya.
2.6.
Prinsip-prinsip
pemilihan dan penggunaan media pembelajaran
Sudirman (1991)
mengemukakan tiga kategori prinsip pemilihan media pembelajaran sebagai
berikut.
1) Tujuan
Pemilihan. Pemilihan media yang akan digunakan harus didasarkan pada maksud dan
tujuan pemilihan yang jelas.
2) Karakteristik
Media Pembelajaran. Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat
dan segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya.
3) Alternatif
Pilihan. Pada hakikatnya, memilih media merupakan suatu proses membuat
keputusan dan berbagai alternatif pilihan.
Adapun prinsip pemilihan dan
penggunaan media, menurut Sudjana (1991) ditulis pada bagian berikut :
1) Menentukan
jenis media dengan tepat.
2) Menetapkan
atau memperhitungkan subjek dengan tepat.
3) Menyajikan
media dengan tepat.
2.7.
Dasar
pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran
Faktor-faktor
yang perlu kita perhatikan dalam memilih media pembelajaran dijelaskan pada
bagian berikut :
1) Objektivitas.
Seorang guru harus objektif. Artinya, guru tidak boleh memilih suatu media
pembelajaran atas dasar kesenangan pribadi.
2) Program
Pembelajaran. Program pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa harus
sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isi, struktur, maupun kedalamannya.
3) Sasaran
Program. Pada tingkat usia tertentu dan dalam kondisi tertentu siswa mempunyai
kemampuan tertentu pula, baik cara berpikir, daya imajinasi, kebutuhan, maupun
daya tahan siswa dalam belajarnya.
4) Kualitas
Teknik. Dari segi teknik, media pembelajaran yang akan digunakan perlu
diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau belum.
5) Keefektifan
dan Efisiensi Penggunaan. Keefektifan yang dimaksud di sini berkenaan dengan
hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi yang dimaksud di sini berkenaan dengan
proses pencapaian hasil tersebut.
Ada
enam langkah yang bisa kita tempuh pada waktu mengajar dengan mempergunakan
media. Langkah-langkah tersebut disebutkan sebagai berikut :
1) Merumuskan
tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan media.
2) Persiapan
guru.
3) Persiapan
kelas.
4) Langkah
penyajian materi ajar dan pemanfaatan media.
5) Langkah
kegiatan belajar siswa.
6) Langkah
evaluasi pembelajaran.
2.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali, Mohammad, 2007.
Teori & Praktek Pembelajaran Pendidikan Dasar.
http://www.blogger.com/feeds/2754832685471863545/posts/default
oleh : Purwiro Harjati
Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan:
pengeratian, pengembangan, dan
pemanfaatannya.
Jakarta: Cv. Rajawali.
Sihkabuden. 1994. Klasifikasi dan
karakteristik media instruksional sederhana. Malang: FIP IKIP Malang.
Santiasa,I Wayan.2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran,
Makalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar